Minggu, 15 September 2013

Fanfiction One Direction - Cintaku Sampai Mati

·         Title: cintaku sampai mati
·         Author: Isna Nadia Aprillia
·         Genre: Romance, sad, etc.
·         Cast: Elle Charlotte Jansen, Harry Styles, and Zayn Malik.

WARNING!! author masih abal-abalan jadi mangap yee kalo ceritanya GaJe banget, gak nge-feel, trus susunan katanya kagak pas. Mangap banget yee, oh yaa TYPO bertebaran :D
Happy reading guys, check it out ======>>>>>

aku merasakan sebuah keajaiban yang sedang memihak padaku. Kau tahu? Betapa bahagianya aku bisa menjadi seorang pacar Harry Styles, salah satu personel boyband yang kini tengah naik daun, One Direction. Oh ya, namaku Elle Charlotte Jansen, just call me Elle.
Sudah hampir satu tahun ini aku bersamanya, aku cukup merasakan kebahagian berada di sampingnya, dia adalah seorang yang lucu, penyayang, dan respect kepada siapapun. Itulah yang membuatku nyaman bersamanya. Dan aku tidak sabar untuk menunggu hari lusa, karena lusa kami akan merayakan 1st anniversary kita.
Tapi ada satu yang membuatku ragu dan selalu merasa sedih. Harry yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Kau tahu? Dia sekarang sering tidak mempedulikanku lagi, dia lebih sibuk dengan urusannya sendiri, aku juga mengerti karena dia artis yang sangat diidolakan, banyak sekali fans yang menunggunya di luar sana. Aku sudah cukup sabar untuk mengertinya. sudah setengah bulan ini dia tidak bisa menemuiku karena kesibukannya. Itu cukup membuatku sakit, aku merasa menjadi seorang pacar yang tak pernah dipedulikan lagi, bagaikan sampah yang dibuang begitu saja.
Dua hari telah berlalu, aku hanya mengisi hari-hariku itu untuk menunggumu, Harry Styles. Dan kini semua kerinduanku akan terbalaskan. Yep, hari ini adalah hari 1st anniversaryku dan Harry, dia mengajakku makam malam di Taco’s Restaurant. Aku sungguh tidak sabar untuk menemuinya. Segera aku mempersiapkan diriku, kukenakan gaun putih dengan hiasan bunga-bunga di pinggangnya dan kupadukan dengan high heels berwarna silver, kugerai rambutku agar terlihat lebih anggun.
“perfecto” ucapku sembari tersenyum di depan cermin besar kesayanganku.
Tiiinn tiiiinn. Kurasa itu suara mobil pacarku, segera aku keluar rumah untuk menemuinya, tak lupa aku berpamitan dengan mommyku.
 “mom, aku pergi yaa” ucapku sambil melambaikan tangan.
“iyaa sayang, hati-hati” lirih momku yang sedang menonton tv.

Sampai di ambang pintu kulihat Harry dengan jas hitam dan juga jeans birunya, ‘oh my god he’s so cool’ batinku. Tunggu dulu, kenapa dia membuka mulutnya dan terkejut?.
“oh my god, you’re so beautiful tonite, babe” teriak harry dengan suara melengkingnya itu.
“hahaha, thanks harry. Ayo kita berangkat” ucapku sembari menarik tangannya, aku dan harry segera memasuki mobil Range Rovernya.
>>>>>>>>>>> 
Kini aku dan Harry sampai di Taco’s Restaurant. Kami berbincang-bincang dan makan malam disana, suasana akrab kembali hadir diantara kami, yaa beginilah yang aku rindukan darinya. Terpancar indah senyuman diwajahnya, aku ingin menangis saat ini karena aku sangat merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Saat kami tengah makan malam Tiba-tiba telepon Harry berbunyi, “halo, oh ya, sebentar lagi aku akan kesana” sahutnya kepada seseorang yang ada di seberang telepon sana.
“maaf Elle, aku harus pergi, bye” ucapnya langsung pergi meninggalkanku.
Aku hanya bisa terdiam dan melihat kepergiannya, ini tidak mungkin. Kenapa dia sejahat itu kepadaku, dia meninggalkanku sendiri di sini, dan yang lebih menyakitkan dia pergi tanpa memberitahukan dimana dia akan pergi. Cukup kesekian kalinya aku disakiti, apa kau tak lihat hatiku yang sedang sakit ini harry? Kenapa kau setega ini kepadaku? Kau lebih memedulikan urusanmu itu daripada anniversary kita ini. kau tahu? Kali ini aku benar-benar kecewa denganmu. Aku ingin kau berubah seperti Harry yang dulu.
                Tak terasa air mataku mulai berjatuhan membentuk sebuah aliran sungai kecil di pipiku, mungkin hanya inilah caraku melampiaskan semua ini. Tak menunggu lama aku segera beranjak dari restoran ini dan pulang ke rumah.
>>>>>>>>>>>> 
Hari ini aku akan pergi shopping di mall bersama sahabatku, Carly. Mungkin dengan ini aku bisa melupakan kejadian tadi malam. Hari ini aku hanya mengenakan jeans, kaos oblong, rompi, shyal, dan sepatu boot, aku sengaja  ingin berpenampilan simple untuk menutupi mukaku yang kacau karena semalaman menangis.
Saat kami tiba di mall, carly memintaku menemaninya membeli buku, aku hanya mengikutinya saja dari belakang. Saat kami sampai di toko buku kulihat Harry di sana sedang memilih buku, aku terkejut karena aku bisa menemuinya lagi disini. Sebuah senyuman tipis terkembang di wajahku, aku ingin menghampirinya sekarang. Tapi tiba-tiba langkahku terhenti ketika kulihat seorang gadis menghampiri dan memeluknya, Harry mencium pipi gadis itu. kini aku berada 2 meter dibelakang Harry. Apa yang baru saja aku lihat? Apa itu? Harry dengan gadis lain? Bahkan Harry mencium gadis itu? Memangnya aku ini dianggap apa selama ini? Mataku kini mulai memanas, aku tak bisa menahan air mataku lagi, sungguh sakit, perih hatiku ini melihatnya.
“Harry what you doing? Jadi selama ini Kau selingkuh dibelakangku? Kau bilang kau selalu sibuk, kini aku tau ternyata kau memang sibuk, SIBUK UNTUK MENGURUS SELINGKUHANMU!” teriakku penuh amarah dan penuh penekanan disetiap kata yang aku lontarkan.
“hey, cewek gila? Kau itu siapa? Kenapa kau memarahiku seperti itu? Apa salahku padamu? Bahkan akupun tidak mengenalmu” sahut Harry yang suaranya tak kalah melengking dariku.
Aku terkejut dengan jawabannya, hatiku sangat sakit sekali, perkataannya seperti seribu pisau yang kini menancap di hatiku.
“kau yang gila, kau bilang kau tak mengenalku? Kau ini lelaki apa huh? Aku ini Elle Charlotte Jansen pacarmu Harry Styles” aku menjerit sekuatku. ingin rasanya nyawaku dicabut saat ini juga, sungguh aku tak kuat Tuhan.
“hey you’re really make me crazy. do you know? My GF just she, no other. Jadi jangan mengaku-ngaku jadi pacarku” sahutnya dengan menunjuk mukaku.
Aku langsung berlari meninggalkan mereka semua, termasuk Carly. Aku segera memasuki mobilku dan membawanya entah kemana. Aku saat ini bingung, sakit sekali hatiku, Harry memang lelaki berengsek, aku menyesal pernah mengenalnya bahkan menjadi pacarnya. Dia gila, tak ada orang yang lebih gila selain dia.
aku tiba-tiba menghentikan mobilku di danau yang sering kukunjungi dulu dengan Zayn, entah dorongan apa aku menghampiri danau itu dan duduk di tepinya. Zayn Malik aku merindukanmu. ya Zayn dia adalah sahabat terbaikku, dia juga personel One Direction yang dekat denganku selain Harry. Bahkan aku lebih dekat dengannya daripada Harry.
“zayn” lirihku sembari duduk merangkul kakiku sendiri.
‘Aku saat ini membutuhkanmu Zayn, aku merindukanmu, peluk aku Zayn, tenangkan diriku’ aku berbicara dalam batin. Tapi tiba-tiba isi batinku terjawab, tak kusangka dia sekarang berada di sampingku, bagaimana dia bisa tau kalau aku disini?.
“hay elle, why you cry? Kau kenapa? Siapa yang menyakitimu?” pertanyaan itu terlontar dari mulutnya.
“kenapa kau ada di sini? Kau menguntitku?” lirihku tanpa memandangnya.
“memangnya danau ini milik nenekmu huh? Suka-suka aku dong aku ada di sini. Bahkan tiap sore aku ada di sini, tapi sayangnya kau tak ada di sini.” balas zayn panjang lebar.
“maaf Zayn, akhir-akhir ini aku selalu mengabaikanmu” ucapaku dengan memandanginya dalam. Manic Matanya yang indah, raut wajahnya, senyumannya, semua terlihat cerah hari ini. Aku merindukanmu Zayn.
“hey kau melamun? Oh ya, siapa yang membuatmu seperti ini? Harry?” ucapnya sembari menerawang danau itu.
“iya, dia menyelingkuhiku”
tak terasa air mataku kembali berjatuhan. Dengan sigap Zayn menghapus air mataku dengan ibu jarinya, dia memelukku erat berusaha menenangkanku.
“hey sudahlah jangan menangis ada aku disini, mungkin dia bukan yang terbaik untukmu, aku tau kau gadis yang kuat Elle” ucapnya berusaha memberikan semangat kepadaku.
“tapi kau tahu? Ini sangat sakit sekali Zayn” lirihku
“aku tahu ini pasti sangat membuatmu kesakitan, aku juga merasakannya Elle. Tapi aku lebih sakit lagi jika kau terus menangis Elle”
Aku mencoba tersenyum memperlihatkan kekuatanku saat ini, aku bangga bisa menjadi sahabatmu Zayn, kau yang terbaik untukku. Aku mungkin tak setegar ini jika tak ada kau Zayn.
Hari sudah hampir gelap, zaynpun mengantarkanku untuk pulang ke rumah.
“thanks Zayn”
“urwel, jaga dirimu yaa. Lupakan semua itu, okay?. See ya, bubye” ucapnya sembari melambaikan tangannya.

Sudah seminggu ini aku tak bertemu dengan Zayn, aku sangat merasakan kesepian. SMS, BBM, E-mail, semuanya tak ada yang dibalas dengannya, padahal saat ini aku sangat membutuhkannya untuk menemaniku.
Tiba-tiba handphoneku berbunyi, kulihat layar handphoneku bertuliskan ‘Zayn Calling’. Segera kuangkat telepon dari Zayn.
“hay Elle, bisakah nanti malam kau datang ke danau? I have something special for you” ucap Zayn yang di seberang sana.
“umm, okay zayn. What time?”
“8 p.m. can you?”
“Yes Zayn, see you there” ucapku mengakhiri percakapan kami
>>>>>>>>>>>>>> 
Malam ini aku akan menemui Zayn di danau itu. Aku berpenampilan casual seperti biasanya. Sudah jam 8.12 p.m aku segera pergi ke danau dengan mobil ferarri silver kesayanganku itu.
“maaf aku telat” ucapku setelah sampai di danau.
“tak apa, aku juga belum lama disini. Ini untukmu” Balasnya sembari memberikan sebuket bunga kepadaku.
“wow white roses, ternyata kau masih ingat bunga kesukaanku ya. Oh ya, terima kasih”
“urwel Elle”
Kami di danau ini cukup lama sedari tadi kami berbincang, bercanda, sembari menatap langit indah yang penuh bintang, aku merasa nyaman di dekatnya. Bahkan aku bisa tersenyum kembali jika bersamanya. Tiba-tiba Zayn meraih tanganku.
“ikutlah denganku” ucapnya.
Aku mengangguk dan mengikutinya saja, aku kini berada di taman yang penuh dengan lampu warna warni. Tiba-tiba aku tersentak dengan sebuah petasan yang tiba-tiba meledak di langit, dan itu membentuk sebuah hati, dan seketika lampu-lampu kecil menyala dan membentuk sebuah tulisan ‘Elle, would you be my Girlfriend?’ aku tersentak dan tak percaya, aku langsung memandangi Zayn yang tiba-tiba berlutut kepadaku.
“Elle Charlotte Jansen, would you be my girlfriend?”ucapnya sambil membawa sebuah mahkota kecil yang terbuat dari rangkaian mawar putih.
“yes Zayn, i’ll be your girlfriend” balasku tak sadar. hah? Bagaimana bisa aku menjawab seperti itu. Mungkin itu suara hatiku.
Aku sangat senang sekali, bahkan tak bisa diuraikan dengan kata-kata. serasa aku telah menemukan belahan jiwaku sebenarnya. Dan itu juga terpancar dari wajah Zayn. Kami merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia saat ini.
>>>>>>>>>>>>> 
Sudah 4 bulan hubunganku dan  Zayn berjalan, dia tak pernah membuatku sedih sedikitpun. Baru kali ini kurasakan cinta yang begitu tulus kepadaku. Aaah, kau memang malaikat yang dikirimkan untukku, Zayn J
Tiba-tiba aku mendapat sebuah pesan darinya.
From: my prince
Hay Elle. Masih sehari tak melihatmu sama sekali, kini aku sudah sangat merindukanmu, hahah rasanya aku tak bisa jauh darimu.
Elle, maafkan aku sebelumnya, mungkin kau harus membenciku saat ini. Aku saat ini tak bisa bersamamu lagi, aku sekarang pergi jauh dari London, maaf aku tak bisa memberitahu langsung kepadamu, karena saat ini juga aku sudah pergi meningalkanmu.
Berat sekali aku harus mengatakan ini kepadamu, tapi tenang sayang hatiku selalu untukmu gak ada yang lain kok, ciyus deh :D take care yaa. I love you, always and forever  :*
Begitulah isi pesan singkat darinya. Kenapa dia tiba-tiba meninggalkanku sendiri seperti ini? Dia kenapa? mengapa dia setega itu kepadaku. Kurasakan air mataku mulai berjatuhan,  Aku sungguh tak berdaya saat ini, aku seperti kehilangan semua organ penting di dalam tubuhku. Zayn, kenapa kau meninggalakanku.
>>>>>>>>>>>>>> 
Sudah seminggu ini aku mengurung diri di kamar. Aku kecewa dengan Zayn, bahkan dia  tak memberikan kabar sedikitpun kepadaku. Kurasa dia sama saja dengan Harry. Sama-sama berengsek!!
“sayang ayo keluar, mom sama dad sangat mengkhawatirkanmu” lirih momku yang terus mendesak agar aku mau keluar kamar.
“aku ingin sendiri mom. Tapi Aku mau keluar kalau ada Zayn saat ini juga” teriakku dengan suara yang tak begitu keras
Tak tahu kenapa aku ingin sekali Zayn ada di sini sekarang, padahal aku saat ini sangat membencinya.
“sayang                maafkan mom, mom tidak bisa menuruti permintaanmu itu, tapi keluarlah sayang. Ada sebuah kiriman dari zayn, mungkin ini yang terakhir untukmu” lirih momku diiringi isakan tangis. Aku tak tahu maksud perkataan mom, ‘kiriman terakhir?’ dan kenapa mom menangis?
“apa maksud mom?”
“keluarlah, kau akan tahu sendiri”
Entah dorongan dari mana akhirnya akupun mau keluar kamar, dan aku kaget saat mendapati mom yang menangis dan memelukku erat. Mom kenapa?
“mom, mommy kenapa? Kenapa kau menangis mom? Elle ada di sini, Elle baik-baik saja kok mom” ucapku yang berusaha menenangkan mom saat ini.
“sayang, akhirnya kau mau keluar. Ini ada kiriman terakhir dari Zayn untukmu. Kamu yang sabar ya sayang. Mom tahu kau gadis yang tegar” sahut mom yang tersenyum pahit sembari memberikan sebuah boneka teddy bear kepadaku. Apa yang ada dibalik perkataan mom tadi? Apa maksudnya?
Akhirnya mom pergi meninggalkanku yang masih berfikir keras dengan perkataan itu. Akupun kembali masuk ke dalam kamar dan membawa boneka teddy dan juga surat yang ada di tangan teddy tersebut.
Kupeluk sejenak teddy tersebut, “Zayn” lirihku tiba-tiba tanpa sadar.
Kini kubuka perlahan surat yang ada di tangan teddy tersebut, kubaca kata demi kata yang tertulis pada surat tersebut.
To my Angel  ‘Elle’
Hay babe, bagaimana kabarmu sekarang? Kau tahu? Aku sangat merindukanmu.
Maafkan aku telah meninggalkanmu, tapi aku pergi itu juga demi kau Elle.
Elle aku ingin bercerita sedikit kepadamu? Kau mau dengar ceritaku? Jadi begini, aku sebenarnya pergi meninggalkanmu karena aku menyembunyikan sesuatu kepadamu, dan aku tidak ingin kau tahu itu karena aku takut kau akan mencampakkanku begitu saja. sebenarnya  Aku mengidap penyakit kanker jaringan stadium akhir. Maafkan aku, aku terlalu bodoh untuk menyembunyikan ini semua.
Tapi aku tak pernah menyesal dengan hidupku ini, karena aku telah mendapatkanmu dan aku tak akan menyia-nyiakanmu, itulah cita-citaku sejak dulu. Hahah, aneh bukan cita-citaku? :D tapi aku bersyukur karena aku bisa meraih cita-citaku itu. Umm, satu hal lagi Elle mungkin setelah kau membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Maafkan aku Elle aku harus meninggalakanmu.
Kumohon setelah kau mengerti ini, jangan menumpahkan air mata yaa, karena air matamu itu tak pantas untuk menangisiku.
Aku akan membawa cinta kita di surga. I love you Elle, always and forever.

Aku tersentak saat membaca surat itu, ini tidak mungkin, Zayn tidak mungkin meninggalkanku, dia sudah berjanji tak akan pernah meninggalkanku sendiri. Oh God, tampar aku sekeras mungkin, bangunkan aku dari mimpi burukku ini.
“hahah, ini tidak mungkin. Zayn tidak mungkin meninggalkanku, aku tahu dia sangat mencintaiku dan dia tidak akan meninggalkanku. Dasar Zayn bodoh!! Kau bodoh Zayn, kenapa kau menyembunyikan itu semua dariku huh? Kau sungguh bodoh Zayn kenapa kau meninggalkanku?” aku berteriak tak percaya dengan semua ini, aku sungguh tak percaya.
Pandanganku kembali tertuju kepada teddy bear yang diberikan oleh zayn untukku, kuraih teddy itu dan kupeluk se-erat mungkin, seperti aku memeluk zayn yang tak ingin kulepaskan. Segera Kutekan tubuh teddy itu yang bertuliskan ‘push me’, dan tiba-tiba suara yang tak asing keluar dari teddy itu. Yaa, aku tahu itu suara pacarku, Zayn Malik.
Elle I love you, Elle I love you, always and forever. I’ll bring our love in heaven. Muuuuah
Begitulah suara yang terlontarkan dari teddy itu.aku sungguh tak percaya dengan semua ini. Tanpa berfikir lama aku segera menelpon adik Zayn dan meminta alamat dimana Zayn dimakamkan. Setelah mendapatkan alamat makam itu, segera kuambil kunci mobilku dan segera aku menstarter mobil ferarriku, aku tak memedulikan teriakan mom dan daddy yang khawatir, karena takut aku melakukan hal yang nekad.
Akupun hanya bisa menangis di dalam mobil, hingga saat ini aku tak bisa merelakan kepergiannya. Tak butuh waktu lama akhirnya akupun sampai di pemakaman. Saat aku memasuki pemakaman itu semilir angin menyibak rambutku, sepertinya aku disambut ramah di pemakaman ini.
Aku segera mendekati makam Zayn, kuelus lembut nisan yang bertulisan ‘R.I.P Zayn Malik’ itu. Tak kuasa air matakupun terjatuh lagi.
Aku melihat sesosok bayangan putih mendekatiku, dia duduk disampingku dan memelukku erat dia menghapus air mataku,tiba-tiba  aku mendengar sebuah lantunan kata yang dibisikkan di telingaku “jangan menangis Elle, aku selalu ada di sampingmu, I promise. Trust me. I love you” begitulah bisikkan yang kudengar.
Aku kembali tersenyum, aku tahu itu pasti kau Zayn. akupun membalas bisikkan itu “I love you too Zayn Malik, always and forever”.
Kurasakan dia mencium keningku, cukup lama. Tapi setelah itu bayangan itupun hilang dari pandanganku. Aku mencintaimu Zayn, selamanya. Semoga kau tenang di sisi-Nya.  Tunggu aku di surga Zayn Malik..
The End

Gimana ceritanya, dapet feelnya gak? Jangan nagis yee bacanya, gak sedia tissue nih :Dini cuma sekedar buat hiburan yaah guys :) oh yaa, butuh saran dan comment kalian nih.. thanks readers keceeeh :****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar